Sabtu, 14 Maret 2015

HARGA EMAS : Berpotensi Lanjutkan Pelemahan Tahunan

Bisnis.com,JAKARTA – Harga emas masih berpotensi melemah pada tahun ini. Penguatan indeks dolar AS membuat permintaan komoditas dari luar Amerika Serikat (AS) akan turun. Fauzi Ichsan, Pengamat Ekonomi yang juga Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), mengatakan pada tahun ini harga emas berpotensi jatuh di level lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. “Prediksi itu saya kutip dari analis Brasil yang cukup akurat dalam memperkirakan pergerakan harga. Saya pun setuju bila melihat fundamental dolar AS dan emas pada tahun ini,” ujarnya dalam acara Market Outlook 2015 : J Club PT Monex Investindo Futures pada Sabtu (14/3/2015). Pada tahun lalu, harga emas di tutup pada level US$1.184 per troy ounce, sedangkan sepanjang tahun ini harga emas telah turun 1,97% dari level US$1.181 per troy ounce menjadi US$1.158 per troy ounce. Meskipun begitu, pada tahun ini harga emas diprediksi berada di level US$1.235. Sementara itu, untuk 2016 akan berada di level US$1.250 per troy ounce dan 2017 akan di posisi US$1.275.

Jumat, 13 Maret 2015

Rupiah Melemah, Ada Industri yang Justru Untung, Apa Saja? Rupiah Melemah, Ada Industri yang Justru Untung, Apa Saja?

Sabtu, 14 Maret 2015 TEMPO.CO, Yogyakarta - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar menguntungkan eksportir dan agen wisata di Yogyakarta. Mereka kebanjiran pesanan. Perusahaan furnitur bernama XO Furniture milik Rian Hermawan mendapat banyak pesanan mebel dari pembeli asal Denmark, Jerman, dan Spanyol. Omzet penjualan furnitur di gudang mebel yang berdiri di Mancasan, Pendowoharjo, Sleman, itu naik hingga 10 persen ketimbang kondisi normal.
"Harga dolar yang tinggi jelas menguntungkan eksportir," kata Rian, Kamis, 12 Maret 2015. Menurut dia, pembeli telah memesan barang yang akan dikirim April dan Mei 2015. Denmark dan Jerman masing-masing memesan satu kontainer barang. Sedangkan Spanyol memesan dua kontainer. Satu kontainer mebel berbahan kayu mindi atau kayu lokal Jawa itu dibanderol US$ 20 ribu atau setara Rp 263,8 juta. Furnitur yang dikirim di antaranya lemari dan bufet. Menurut Rian, nilai dolar yang menguat membuat pembeli, yang menjadi langganannya, semakin berminat menambah pesanan barang. Rian hingga kini belum menaikkan harga mebel dengan pertimbangan nilai tukar rupiah yang naik-turun. Menguatnya harga dolar juga menguntungkan agen perjalanan wisata Yogyakarta. Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies Yogyakarta atau Asita, Edwin Ismedi, menyatakan harga dolar yang tinggi berdampak positif bagi agen wisata. Namun keuntungannya belum terlihat signifikan. "Melemahnya nilai tukar rupiah itu fluktuatif. Keuntungan hanya bersifat sementara," kata Edwin. Dia mengatakan menguatnya harga dolar belum berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan. Sebab, wisatawan mancanegara biasanya melakukan reservasi setahun sebelum kunjungan ke Yogyakarta. Wisatawan mancanegara yang reservasi itu kebanyakan dari Eropa. Harga dolar yang tinggi tak hanya berdampak positif bagi usaha pariwisata di Yogyakarta. Dampak negatifnya, kata Edwin, bagi wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke luar negeri. Wisatawan asal Yogyakarta kebanyakan berkunjung ke kawasaan Asia, seperti Jepang dan Korea Selatan. "Bagi mereka yang tak punya dolar dalam jumlah banyak, berat," kata Edwin. Penguatan dolar secara tajam terhadap semua mata uang dunia membuat nilai tukar rupiah kembali jatuh ke titik terendah selama 17 tahun terakhir. Dalam perdagangan Rabu, 11 Maret 2015, rupiah yang sempat menyentuh level 13.245 akhirnya melemah 98 poin (0,75 persen) pada level 13.192 per dolar AS. SHINTA MAHARANI

Mendag Akan Genjot Ekspor Otomotif dan Elektronik

Sabtu, 14 Maret 2015 | 05:23 WIB
TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Perdagangan Rahmat Gobel menargetkan untuk menggenjot kinerja ekspor. Dua sektor utama yang akan digenjot adalah otomotif dan elektronik. Hal itu sesuai dengan yang dimintakan Presiden Joko Widodo. Rahmat mengklaim, beberapa perusahaan di kedua sektor tersebut sudah berkomitmen untuk melanjutkan investasinya. "Toyota misalnya, sekurang-kurangnya US$ 1 miliar," kata Rahmat, saat melakukan kunjungan ke kantor Tempo, di Kebayoran Lama Jakarta, Jumat 13 Maret 2015. Dengan dana itu, Toyota berencana akan memperkuat struktur industri mereka di Indonesia. Tak hanya Toyota, pabrikan otomotif lain, Suzuki, juga diminta untuk menaikkan kinerja ekspor mereka di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, dia mematok kenaikan target ekspor Suzuki 300 persen. Dengan menggenjot ekspor, Rahmat menyatakan bahwa Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi basis produksi. Secara umum, untuk menggenjot ekspor, strategi yang akan dilakukan antara lain adalah dengan memfokuskan pasar Asean terlebih dahulu. Kedua, proses pengadaan bahan baku, termasuk jika harus impor akan dipercepat Dalam jangka panjang, dia berencana menjadikan Sarinah dan Pusat Perdagangan (PPI) menjadi salah satu trading house tingkat internasional. Selain itu, salah satu lembaga di bawah kementerian yaitu, Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), juga akan dijadikan sebagai internasional desain center. "Pusat semua desain produk. Kami juga akan mendatangkan ‎desainer Indonesia di luar negeri untuk menularkan ilmunya." Rahmat mengatakan, hingga tahun 2019, kementeriannya ditargetkan mampu mencapai nilai ekpsor US$ 458,8 miliar. Adapun pada tahun 2014, jumlah nilai ekspor Indonesia tercatat US$ 176,3 miliar. Walaupun begitu, menurut dia, upaya untuk mendorong ekspor bukan hanya tugas Kementerian Perdagangan saja melainkan kementerian lain. "Kami ini hanya pedagang, barangnya ada di kementerian terkait." FAIZ NASHRILLAH

Selasa, 03 Maret 2015

Aneh! Disuntik Dana Rp200 Miliar, Manajemen BUMN Ini Belum Tau Buat Apa

3 maret 2015 Bisnis.com, MAKASSAR – PT Industri Kapal Indonesia mendapat penyertaan modal sebesar Rp200 miliar yang baru saja disetujui DPR. Meski begitu, Direktur Utama PT Industri Kapal Indonesia (IKI) S.A. Bandung Bismono belum bisa memastikan akan digunakan untuk apa suntikan dana sebesar itu. Saat ditanya wartawan akan dipakai untuk apa penyertaan modal sebesar Rp200 miliar tersebut, Bandung berulang kali hanya menjawab belum tahu. “Belum tahu. Masih belum tahu, untuk apa dana Rp200 miliar tersebut,” kata Bandung di sela-sela menerima kunjungan Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Selasa (3/3/2015). Bahkan dengan langkah bergegas, dia segera menaiki kendaraan dinasnya mengikuti rombongan menteri menuju Pabrik Gula Takalar milik PTPN XIV, sekaligus menghindari pertanyaan wartawan yang bertubi-tubi. Padahal, sebelum BUM mengajukan penyertaan modal kepada pemerintah, wajib membuat rencana kerja. Beberapa BUMN ditolak untuk mendapatkan penyertaan modal karena rencana kerja tidak jelas.

Aneh! Disuntik Dana Rp200 Miliar, Manajemen BUMN Ini Belum Tau Buat Apa

3 maret 2015 Bisnis.com, MAKASSAR – PT Industri Kapal Indonesia mendapat penyertaan modal sebesar Rp200 miliar yang baru saja disetujui DPR. Meski begitu, Direktur Utama PT Industri Kapal Indonesia (IKI) S.A. Bandung Bismono belum bisa memastikan akan digunakan untuk apa suntikan dana sebesar itu. Saat ditanya wartawan akan dipakai untuk apa penyertaan modal sebesar Rp200 miliar tersebut, Bandung berulang kali hanya menjawab belum tahu. “Belum tahu. Masih belum tahu, untuk apa dana Rp200 miliar tersebut,” kata Bandung di sela-sela menerima kunjungan Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Selasa (3/3/2015). Bahkan dengan langkah bergegas, dia segera menaiki kendaraan dinasnya mengikuti rombongan menteri menuju Pabrik Gula Takalar milik PTPN XIV, sekaligus menghindari pertanyaan wartawan yang bertubi-tubi. Padahal, sebelum BUM mengajukan penyertaan modal kepada pemerintah, wajib membuat rencana kerja. Beberapa BUMN ditolak untuk mendapatkan penyertaan modal karena rencana kerja tidak jelas.

Ini Empat Orang Indonesia Terkaya Versi Forbes

Selasa, 03 Maret 2015 TEMPO.CO, Jakarta - Majalah Forbes kembali melansir daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2015. Dalam daftar yang dirilis, Senin, 1 Maret 2015, itu Forbes kembali menempatkan Bill Gates dalam urutan pertama orang terkaya dengan kekayaan yang mencapai US$ 79,2 miliar atau setara Rp 1.027 triliun, dengan kurs Rp 12.900 per dolar. Dalam daftar 500 orang terkaya sejagat tersebut, Forbes juga memasukkan empat orang kaya dari Indonesia. Dalam penyusunan nama ini, Forbes mengharuskan setiap orang memiliki minimal kekayaan US$ 3,5 miliar atau senilai Rp 45 triliun. Berikut ini empat warga negara Indonesia yang masuk dalam daftar 500 orang terkaya dunia dimulai dari yang terkaya. 1. Budi Hartono Pemilik perusahaan Djarum dan Bank Central Asia ini duduk di posisi ke-142. Budi tercatat memiliki kekayaan US$ 9 miliar atau senilai Rp 116,1 triliun. 2. Michael Hartono Saudara kandung Budi Hartono tersebut bercokol di tingkat 151. Michael memiliki kekayaan US$ 8,7 miliar atau Rp 112,2 triliun. 3. Sri Prakash Lohia Prakash adalah bos perusahaan tekstil raksasa Indorama. Dengan kekayaan US$ 4,7 miliar atau setara Rp 60,6 triliun, Prakash menjadi orang terkaya nomor 341. 4. Chairul Tandjung Chairul Tandjung atau biasa disapa CT dengan perusahaan multimedianya Trans corp, berada di posisi ke-381 orang tertajir seantero jagat. Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini memiliki kekayaan US$ 4,3 miliar atau senilai Rp 55,4 triliun. Jika kekayaan keempat orang kaya Indonesia itu digabung maka jumlahnya mencapai US$ 26,7 miliar atau setara dengan Rp 346 triliun.

Minggu, 01 Maret 2015

EKONOMI JEPANG: PMI Manufaktur Februari Turun

2 maret 2015
Bisnis.com, JAKARTA— Industri manufaktur Jepang mencatatkan kenaikan produksi tertajam sejak kenaikan pajak penjualan di negara tersebut pada April 2014. Japan Manufacturing PMI yang diterbitkan Senin (2/3/2015) menyatakan PMI Jepang pada Januari ada di posisi 51,6. Indeks PMI mengukur pertumbuhan kinerja industri manufaktur dengan angka 50 menunjukkan ekspansi. Angka 51,6 menandakan kinerja industri manufaktur Jepang terus berekspansi pada Januari. PMI Jepang terus tercatat di atas 50 sejak Agustus 2014. Ekonom Markit, Amy Brownbill, mengatakan industri manufaktur Jepang mendongkrak produksi disertai oleh peningkatan jumlah tenaga kerja. “Kinerja terus membaik di sektor manufaktur Jepang meski pesanan hanya tumbuh moderat. Dampaknya, industri manufaktur menyerap lebih banyak tenaga kerja,” katanya dalam rilis Markit Economics, Senin (2/3/2015). Dia menambahkan kinerja industri manufaktur Jepang terbantu oleh kenaikan ekspor akibat depresiasi yen. Namun, Brownbill menambahkan depresiasi yen juga berdampak pada kenaikan biaya pembelian bahan baku produksi industri Negara Sakura. PMI Manufaktur Jepang 2014 Bulan Indeks PMI Februari 2015 51,6 Januari 2015 52,2 Desember 52,0 November 52,0 Oktober 51,7 Sumber: Markit Economics

PERSIJA Kalah, Tidak Efisien Kata RD

Bisnis.com, JAKARTA - Tidak efisien menjadi penyakit yang perlu segera dibenahi oleh Persija Jakarta. Pelatih Rahmad Darmawan mengakui permainan anak asuhnya tidak efisien dan mudah kehilangan bola sehingga akhirnya kalah 0-1 dari Persela Lamongan. Macan Kemayoran dipermalukan oleh tamunya Persela Lamongan dengan skor tipis 0-1. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu (3/1/2015) itu, gol tunggal tim tamu dihasilkan oleh gelandang serang Taufik Kasrun pada menit ke-35. Rahmad Darmawan mengatakan bahwa anak asuhnya bermain tidak sesuai yang diharapkan pada laga ini. "Dalam laga tadi anak-anak tidak efisien dan gampang kehilangan bola. Lini belakang saja yang saya nilai bermain baik," kata RD, sapaan akrapnya, sebagaimana dilansir LigaIndonesia.co.id. Pelatih asal Metro, Lampung, itu mengutarakan sepanjang babak pertama tim asuhannya membuang percuma tiga peluang. "Setelah laga ini kita akan fokus memulihkan kondisi pemain. Jadi, tidak ada uji coba seminggu ke depan," tambah RD yang juga merupakan mantan pemain Persija. Meskipun begitu, Persija akan menjalani sedikitnya empat pertandingan uji coba sebelum memulai Indonesia Super League (ISL) yang dijadwalkan berlangsung mulai 4 April 2015.