Jumat, 27 Februari 2015
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik proyek renovasi, pengembangan, dan perluasan Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung.
Namun, dia menilai, bandara kebanggaan warga Bandung ini tetap saja terlalu kecil untuk bandara yang mewakili masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan dan pengembangan bandara lainnya di Jawa Barat.
Menurut Aher, Bandara Kertajati di Majalengka yang saat ini masih dalam tahap pembangunan diharapkan menjadi salah satu solusi terkait penambahan pengembangan bandara di Jawa Barat.
"Insya Allah, kalau Bandara tersebut (Kertajati) jadi, maka orang Banjar, orang Pangandaran, tidak harus menempuh 12 jam untuk pergi ke Bandara Soekarno-Hatta," kata dia.
Seperti diketahui, proyek pengembangan Husein Sastranegara ditargetkan selesai dalam waktu 12 bulan sejak groundbreaking, mencakup renovasi dan perluasan terminal penumpang dari luas eksisting 5.000 m2 menjadi 17.000 m2 dengan nilai pekerjaan mencapai Rp 139 miliar.
Seiring dengan diperluasnya terminal, kapasitas tampung terminal juga meningkat menjadi 3,4 juta penumpang per tahun atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan saat ini hanya 750.000 penumpang.
Adapun pada 2013 jumlah pergerakan penumpang di Bandara Husein Sastranegara telah mencapai 2,46 juta penumpang atau sekitar 300 persen melebihi kapasitas yang ada.
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik proyek renovasi, pengembangan, dan perluasan Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung.
Namun, dia menilai, bandara kebanggaan warga Bandung ini tetap saja terlalu kecil untuk bandara yang mewakili masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan dan pengembangan bandara lainnya di Jawa Barat.
Menurut Aher, Bandara Kertajati di Majalengka yang saat ini masih dalam tahap pembangunan diharapkan menjadi salah satu solusi terkait penambahan pengembangan bandara di Jawa Barat.
"Insya Allah, kalau Bandara tersebut (Kertajati) jadi, maka orang Banjar, orang Pangandaran, tidak harus menempuh 12 jam untuk pergi ke Bandara Soekarno-Hatta," kata dia.
Seperti diketahui, proyek pengembangan Husein Sastranegara ditargetkan selesai dalam waktu 12 bulan sejak groundbreaking, mencakup renovasi dan perluasan terminal penumpang dari luas eksisting 5.000 m2 menjadi 17.000 m2 dengan nilai pekerjaan mencapai Rp 139 miliar.
Seiring dengan diperluasnya terminal, kapasitas tampung terminal juga meningkat menjadi 3,4 juta penumpang per tahun atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan saat ini hanya 750.000 penumpang.
Adapun pada 2013 jumlah pergerakan penumpang di Bandara Husein Sastranegara telah mencapai 2,46 juta penumpang atau sekitar 300 persen melebihi kapasitas yang ada.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar