Kamis, 26 Februari 2015
2015, Danareksa Bakal Tangani 5 IPO Senilai Rp 5 Triliun
Jakarta – PT Danareksa Sekuritas tengah menangani lima perusahaan yang akan melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tahun ini.
Nilai IPO lima perusahaan tersebut ditaksir mencapai Rp 4-5 triliun.
“Dari lima perusahaan, dua di antaranya merupakan perusahaan yang memundurkan jadwalnya dari tahun lalu,” kata Direktur Utama Danareksa Sekuritas Marciano Herman di Jakarta, Kamis (29/1).
Dia menjelaskan, sektor-sektor perusahaan yang bakal melangsungkan IPO tahun ini berasal dari sektor barang konsumsi, keuangan, dan pertambangan. Perusahaan yang paling cepat IPO bakal berlangsung pada semester I tahun ini.
Selain bakal menjadi penjamin emisi (underwriter) IPO, Danareksa juga memproyeksikan bakal menjadi underwriter untuk obligasi global maupun domestik dari sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) tahun ini. Menurut Marciano, emisi obligasi hampir dipastikan selalu ada setiap tahun, karena perusahaan selalu membutuhkan dana. “Obligasi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 45-49 triliun,” jelas dia.
Dari proyeksi total obligasi tersebut, Danareksa mengincar penjaminan obligasi dari beberapa BUMN. Dia mengakui, pihaknya belum melakukan pembicaraan dengan beberapa BUMN yang bakal menerbitkan obligasi seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pegadaian.
Sementara itu, terkait rencana pemerintah melakukan penyertaan modal negara (PMN), Marciano mengatakan bahwa perseroan siap membantu pemerintah dalam melaksanakan PMN kepada sejumlah BUMN. Menurut dia, Danareksa siap membantu pelaksanaan seluruh PMN melalui mekanisme penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Menurut Marciano, sampai saat ini, perseroan belum dapat mandat dari beberapa BUMN yang bakal melaksanakan rights issue, karena prosesnya masih dalam tahap meminta izin Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Kami berharap semuanya bisa kami tangani, karena kami juga BUMN,” ujar dia.
Sebelumnya, empat BUMN dikabarkan bakal melaksanakan rights issue dengan target perolehan dana sebesar Rp 28,11 triliun pada tahun ini. Penambahan modal tersebut diperkirakan akan membuat laba bersih empat BUMN tersebut meroket hingga empat sampai lima tahun ke depan.
“Rights issue empat BUMN tersebut adalah bagian dari PMN yang diberikan pemerintah kepada 35 BUMN di bawah pengawasan Kementerian BUMN senilai Rp 48,05 triliun pada 2015,” jelas Menteri BUMN Rini M Soemarno, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan laporan Menteri BUMN kepada Komisi VI DPR, pemerintah menyuntikkan modal kepada lima BUMN hingga Rp 18,46 triliun. Dari jumlah itu, empat di antaranya akan mengantongi penambahan modal melalui rights issue.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bakal menggelar rights issue senilai Rp 10,77 triliun dengan PMN Rp 7 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 9,3 triliun dengan PMN Rp 5,6 triliun, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan rights issue Rp 5,3 triliun dengan PMN Rp 3,5 triliun, dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bakal rights issue Rp 2,74 triliun dengan PMN Rp 1,4 triliun.
Penulis: Muhammad Rausyan Fikry/WBP
Sumber:Investor Daily
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar