Sabtu, 28 Februari 2015
BNI LIFE, Kinerja Kinclong Berkat Join Venture Sumitomo Life
Minggu 01/03/2015
Bisnis.com, JAKARTA - BNI Life Insurance, anak perusahaan dari PT Bank Negara Indonesia Tbk itu terus menorehkan kinerja yang positif sepanjang 2014.
Presiden Direktur BNI Life Insurance Budi T. A. Tampubolon mengatakan perolehan laba pada 2014 mencapai Rp128 miliar atau meningkat 113,3% dari laba pada tahun sebelumnya senilai Rp60 miliar. Sejak 2012, laba yang diperoleh BNI Life terus menerus mengalami peningkatan yang signifikan.
"Pada 2012-2013 laba yang kami peroleh dua kali lipatnya dari Rp30 miliar ke Rp60 miliar. Pada 2013-2014 perolehan laba tumbuh dari Rp60 miliar ke Rp128 miliar," ujarnya di Jakarta..
Perolehan laba senilai Rp128 miliar pada 2014 itu disumbang oleh beberapa sektor, yakni underwriting profit sebagai salah satu sumber pendapatan asuransi dan pendapatan investasi yakni yield yang baik pada 2014 dibanding tahun sebelumnya sehingga berpengaruh pada perusahaan dan penjualan.
Lini bisnis bancassurance masih menjadi tulang punggung perusahaan yang memberikan kontribusi sebesar lebih kurang 70% dari total perolehan premi bruto perusahaan. Pada awal tahun ini, Januari 2015, lini bisnis bancassurance membukukan kinerja tertinggi sepanjang 18 tahun BNI Life berdiri.
Lini bisnis yang memasarkan produknya melalui bank ini mencatat perolehan premi bruto sebesar Rp166,4 miliar (unaudited) yang sebagian besar disumbang oleh new business.
Kinerja bancassurance saat ini telah diperkuat oleh 1.100 orang bancassurance specialist yang tersebar di 1.500 cabang BNI. "Kami targerkan sampai akhir tahun ini akan ada 2000 personel," ucap Budi.
Rencananya, pada tahun ini, BNI Life akan meluncurkan empat produk asuransi jiwa unggulan baru. Produk tersebut terdiri dari produk asuransi jiwa unit link dan tradisional yang tengah menunggu persetujuan dari regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan.
Komisaris Utama BNI Life Yap Tjay Soen menuturkan kinerja BNI Life yang baik ini juga tidak lepas dari kerjasama dalam bentuk strategic partnership dengan Sumitomo Life Company.
Sumitomo Life Company merupakan perusahaan asuransi jiwa ketiga di Jepang dan termasuk jajaran Top 25 perusahaan asuransi terbesar dunia ini. "Dengan startegic partnership bersama Sumitomo Life maka BNI Life akan mendapatkan tambahan modal untuk lebih meningkatkan kegiatan bisnisnya," tuturnya.
Pada akhir tahun lalu, total asset BNI Life naik hampir dua kali lipat yakni dari Rp3.95 triliun menjadi Rp8.08 triliun. "Tambahan modal dari Sumitomo Life memperkuat struktur permodalan perusahaan yang dicerminkan oleh tingkat kesehatan keuangan perusahaan (RBC ratio) sebesar lebih dari 2.400% per Desember 2014, jauh di atas ketentuan regulator sebesar 120%," terang Yap.
Adanya kehadiran strategic partner Sumitomo Life ini dapat memberikan akses kepada BNI Life atas world-class best practices di industri asuransi.
Sumitomo Life juga memberikan technical assistance kepada BNI Life di area teknologi informasi, manajemen risiko, dan pengembangan produk. "BNI Life dan Sumitomo Life akan terus mengembangkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya untuk pendidikan dan kesehatan, dan pensiun."
Dia beharap BNI life tumbuh berkembang sebagai salah satu financial group dari Bank BNI. "Kami akan terus kontribusikan pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki agar BNI Life terus berkembang," ucap Honjo.
Kinerja Bank BUMN Kinclong Pada 2014, Kecuali BTN. Ini Ulasannya
Minggu, 01/03/2015
Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja empat bank pelat merah di Indonesia sepanjang 2014 cukup baik. Namun, ada satu bank yang gagal mencatatkan kinerja positif. Berikut ulasannya.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperoleh laba terbesar di antara tiga bank BUMN lainnya.
Laba yang diperoleh BRI sepanjang tahun lalu mencapai Rp24,2 triliun atau tumbuh sebesar 13,5% dari tahun 2013 yang senilai Rp21,3 triliun.
Total kredit yang disalurkan BRI pada 2014 mencapai Rp510,7 triliun dari tahun sebelumnya Rp448,3 triliun atau tumbuh 13,9%, sedangkan untuk rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perseroan meningkat tipis menjadi 1,69% dari 1,55%.
Dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan BRI mencapai Rp622,3 triliun dari tahun 2013 yang senilai Rp504,2 triliun.
Aset yang dimiliki bank berkode emiten BBRI ini tumbuh sebesar 28,07% menjadi Rp801,9 triliun dari tahun 2013 yang hanya mencapai Rp626,1 triliun.
Perolehan laba terbesar kedua, yakni senilai Rp20,6 triliun dicapai oleh PT Bank Mandiri Tbk.
Sepanjang 2014, laba Bank Mandiri tumbuh sebesar 9,69% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp18,8 triliun.
Aset yang perseroan menempati posisi pertama sebagai aset terbesar diantara bank BUMN lainnya, yakni senilai Rp855,03 triliun atau tumbuh 16,6% dari tahun 2013 yang hanya Rp733 triliun.
DPK yang dikumpulkan perseroan sepanjang 2014 mencapai Rp583,4 triliun dari sebelumnya Rp508,9 triliun.
Fungsi intermediasi bank yang berkode emiten BMRI pada 2014 mencapai Rp505,39 triliun atau tumbuh 12,1% dari tahun sebelumnya senilai Rp450,6 triliun dengan rasio kredit bermasalah di level 2,15%.
Pada posisi ketiga, perolehan laba PT Bank Negara Indonesia Tbk sepanjang 2014 mencapai Rp10,8 triliun atau tumbuh sebesar 19,5% dari tahun sebelumnya senilai Rp9,05 triliun.
Aset yang dimiliki Bank BNI ini pada tahun lalu tumbuh sebesar 7,7% dari Rp386,5 triliun menjadi Rp416,4 triliun.
DPK yang dikumpulkan perseroan pada 2014 mencapai Rp313,8 triliun dari tahun sebelumnya Rp291,8 triliun.
Total kredit yang disalurkan bank berkode emiten BBNI ini tumbuh sebesar 10,7% dari Rp250,6 triliun menjadi Rp277,6 triliun dengan NPL sebesar 0,39%, turun dari tahun 2013 yang berada di level 0,55%.
PT Bank Tabungan Negara Tbk menorehkan kinerja yang kurang memuaskan sepanjang tahun lalu. Pasalnya, laba BTN merosot tajam sebesar 28,5% dari tahun 2013 yang mencapai Rp1,56 triliun menjadi Rp1,1 triliun.
Aset yang dimiliki perseoran tumbuh 10,2% menjadi Rp144,5 triliun dari tahun 2013 yang hanya Rp131,1 triliun.
Penyaluran kredit BTN pada 2014 mencapai Rp116 triliun atau tumbuh sebesar 15,39 % dari tahun sebelumnya Rp100,46 triliun. Rasio kredit bermasalah BTN berada di level 4,01%, turun dari tahun sebelumnya 4,05%.
Bank yang berkode emiten BBTN ini pada 2014 berhasil mengumpulkan DPK senilai Rp106,4 triliun dari sebelumnya Rp96,2 triliun.
SAHAM TOP GAINERS: Ini Saham Grup Salim Pencetak Keuntungan Tertinggi
Sabtu, 1 Maret 2015
Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir melemah tipis pada akhir pekan lalu setelah lima hari berturut-turut mencetak rekor tertinggi baru.
Meskipun bergerak turun, indeks masih berada di atas level 5.400. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup turun 0,02% ke 5.450,29 pada perdagangan Jumat (27/2/2015).
Berdasarkan data BEI yang dikutip Bisnis, Minggu (2/3/2015), meskipun indeks melemah, saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) berhasil masuk dalam 10 saham pencetak kenaikan tertinggi pada akhir pekan lalu.
Berikut ini rincian 10 saham pencetak kenaikan tertinggi (top gainers) akhir pekan lalu:
Kode
Harga (Rp)
%
BBLD
985
+23,1
CPRO
116
+11,5
BABP
92
+10,8
MIDI
690
+9,5
MDIA
3.600
+9,1
TBLA
695
+7,8
BRMS
230
+7,5
BHIT
340
+6,9
PICO
147
+6,5
SIMP
745
+6,4
Sumber: BEI
Jumat, 27 Februari 2015
Dapat Modal Rp 700 Miliar, Begini Rencana Pindad
Sabtu, 28 Februari 2015
TEMPO.CO, Bandung - Direktur PT Pindad Silmy Karim menjelaskan larinya Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 700 miliar yang diberikan pemerintah pusat kepada perusahaannya. Menurut dia, PT Pindad membagi suntikan dana itu kepada tiga prioritas Pindad tahun ini.
Pertama, kata Silmy, perusahaannya mengalokasikan Rp 300 miliar dari total PMN untuk meningkatkan jumlah produksi. Dia mengatakan sering kali permintaan pada Pindad tak sebanding dengan produksi yang mampu mereka penuhi.
"Ada peningkatan 200 juta butir peluru kaliber kecil per tahun," kata Silmy, saat ditemui awak media di PT Pindad, Jalan Kiara Condong, Bandung, Jumat, 27 Februari 2015.
Dia melanjutkan, perusahaannya menggunakan Rp 300 miliar lainnya untuk memodernisasi perusahaan. Saat ini Pindad mulai merambah pasar amunisi kaliber besar. Namun kendalanya, negara asing tak ada yang tertarik dengan produk itu. Alasannya, Pindad belum cukup memiliki kepercayaan di bidang amunisi kaliber besar.
Sisanya Rp 100 miliar, dialokasikan untuk kerja sama dengan mitra strategis luar negeri. Mitra strategis ini merupakan negara-negara yang sudah memesan sejumlah produksi Pindad. Meski demikian, ia tak mau menyebutkan nama negaranya. "Karena itu rahasia," ujar Silmy.
Pada Januari 2015, pemerintah menyuntikan dana ke Pindad sebesar Rp 700 miliar. Menurut Presiden Joko Widodo sebelumnya, produk-produk yang dihasilkan Pindad tidak kalah berkualitas dengan produk dari luar, sehingga harus terus didukung.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago mengatakan PT Pindad sudah memperoleh PMN terbesar pada alokasi dana pemerintah. "Karena Pindad bergerak pada industri strategis," ujarnya.
PERSIANA GALIH
Ini Cara Buka Bisnis Modal Nol Rupiah ala Bos Bukalapak.com
Sabtu, 28 Februari 2015
TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik sekaligus CEO Bukalapak.com, situs jual beli online, Achmad Zaky membagi kiat sukses berwirausaha dengan bermodalkan nol rupiah hingga akhirnya meraih sukses dengan pendanaan mencapai ratusan miliar rupiah di hadapan mahasiswa Institut Teknologi Bandung.
"Langkah awal memulai toko online (dalam jaringan/daring) sangat tidak mudah. Toko online Bukalapak.com bahkan dimulai dengan modal nol rupiah hanya dengan modal keterampilan dan keberanian para pendirinya, dan menjadi masa-masa penuh perjuangan," kata Zaky saat memberi kuliah umum di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kota Bandung, Rabu (25/2015).
Ia mengatakan modal tekad, kerja keras dan kemauan hingga menjadi seperti sekarang mampu mendapatkan pendanaan sampai senilai ratusan miliar rupiah bukan upaya mudah. "Jika dievaluasi sekarang, pendanaan Bukalapak bisa mencapai Rp2 triliun".
"Kami mempunyai misi untuk meningkatkan kualitas usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia karena saat ini kebanyakan struktur dan manajemen UKM masih kurang profesional, strategi penjualan yang kurang terarah, kebanyakan perang harga sehingga margin harga yang didapatkan sangat tipis. karena itu, Bukalapak berupaya memfasilitasi pelaku UKM melalui layanan jual beli online," katanya.
Zaky mengatakan bisnisnya dimulai pada saat peluang pasar e-commerce pada 2010 masih terbuka luas, masih sangat sedikit pelaku bisnis yang berani bermain secara online sehingga perkembangannya cukup pesat.
"Bukalapak.com awalnya dikunjungi oleh 10.000 pengunjung per hari, setahun berikutnya menjadi 50.000 pengunjung per hari, setahunnya lagi mendapatkan 200.000 pengunjung per hari hingga saat ini dikunjungi oleh 500.000 pengunjung per hari," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini Bukalapak berada di peringkat 24 situs di Indonesia menurut survei perusahaan Alexa dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan agar peringkat Bukalapak bisa naik terus, dan bisa menjadi nomor satu.
"Sebagai contoh di China, posisi pertama dan kedua dikuasai oleh website lokal China yaitu Baidu dan Alibaba. Website lokal Indonesia mempunyai peluang yang sama untuk menjadi nomor 1," kata Zaky.
Nugroho Herucahyono, Founder dan Chief Technology Officer Bukalapak.com mendukung langkah Zaky untuk mendirikan Bukalapak sebagai wadah pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM). "Apalagi banyak pelapak atau penjual yang menggantungkan penjualan produknya pada bisnis online," tambahnya.
sumber: ANTARA
Pindad Siap Produksi Mobil Rasa Hummer Lokal
Sabtu, 28 Februari 2015
TEMPO.CO , Jakarta:Direktur PT. Pindad Silmy Karim menyatakan dirinya sering mendapat masukan untuk menjual kendaraan militer produksi pindad bernama Komodo secara umum. Kendaraan roda empat berbadan besar ini berbentuk mirip mobil SUV buatan Amerika yakni Hummer.
Sebenaranya, Komodo dibangun dengan spesifikasi khusus militer. "Jika masukkan itu diterima, kami akan mengurangi beberapa speknya supaya layak dipakai umum dan tidak terlalu mahal," kata Silmy, saat ditemui Tempo di PT. Pindad, Jalan Kiara Condong, Bandung, Jumat, 27 Februari 2015.
Jika diperhitungkan secara kasar, kata Silmy, mobil besar itu dapat dijual dengan harga di atas Rp 1 miliar. Alasannya, hingga saat ini PT. Pindad masih menggunakan mesin buatan Prancis bermerk Renault. Jika sudah mampu membuat mesin sendiri, kata Silmy, Pindad mampu menkomersilkan Komodo dengan harga terjangkau.
Namun Silmy menyatakan dirinya masih mempertimbangkan usulan tersebut. "Karena pada dasarnya, itu bukan tujuan utama Pindad," ujar dia.
Usulan terkait komersialisasi mobil Komodo itu Silmy utarakan di hadapan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago dan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam kunjungan kedua menteri ini ke PT Pindad. Di sana terparkir sejumlah Komodo yang sedang dirakit.
Mendengar penjelasan itu, kedua menteri langsung menghampiri kendaraan itu dan menengok isinya. Mereka pun masuk ke dalam Komodo, dan melihat-lihat interiornya.
Meski demikian, mereka tak mengomentari ide komersialisasi Komodo itu. "Kami melihat kemampuan bangsa dalam bidang industri, dan kami bangga," ujar Andrianof.
Bisnis Online Menjamur, Aturan pun Disiapkan
Sabtu, 28 Februari 2015
TEMPO.CO , Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan semakin menjamurnya bisnis online di Tanah air saat ini, mendorong pemerintah menyiapkan perangkat regulasi terkait penerapan, pemanfaatan e-commerce, dan transaksi elektronik, termasuk kesiapan sarana dan prasarana layanan ini.
Menurut Rudiantara, potensi perdagangan e-commerce tahun ini diprediksi mencapai US$ 20 miliar. Angka ini terus menunjukan peningkatan dalam dua tahun terakhir.
“Pada 2013 mencapai US$ 8 miliar dan tahun lalu US$ 12 miliar. Asosiasi mengatakan memang di atas US$ 25 miliar, tapi pemerintah menyebut di atas US$ 20 miliar,” kata Rudiantara sebelum rapat koordinasi e-commerce di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat, 27 Februari 2015.
Meskipun dibandingkan dengan Cina, Rudiantara menambahkan, Indonesia belum ada apa-apanya. Transaksi online di Cina pada 2013 sudah di atas US$ 300 miliar. Potensi pasar di Indonesia masih besar, tapi e-commerce harus di-address oleh banyak kementerian dan lembaga.
Untuk meraih potensi yang besar itu, menurut Rudiantara, penyediaan sarana dan prasarana termasuk regulasi mengenai e-commerce perlu diatur secara khusus dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait. Untuk kebutuhan logistic misalnya, maka sebaiknya diserahkan ke Kementerian Perhubungan. Untuk urusan finansial atau sistem pembayaran regulasi diserahkan kepada Bank Indonesia, sedangkan perizinan melibatkan Kementerian Perdagangan.
“Kalau kami sendiri, lebih kepada infrastruktur jaringan, seperti network provider maupun service provider,” ujar Rudiantara.
Dengan persiapan itu, menurut dia, semua kementerian dan lembaga negara berembug menyiapkan semua kebutuhan yang dibutuhkan dalam pengembangan potensi perdagangan itu ke depan. “Bukan menjadi milik satu kementerian saja, tetapi kementerian ataupun lembaga yang tadi itu,” ujarnya.
Jabar Minta Separo Dana Penyelenggaraan PON 2016 Dibiayai APBN Rabu, 18 Februari 2015 18:15 WIB
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengusulkan anggaran untuk penyelenggaran PekanOlahraga Nasional (PON) XIX masuk dalam pembahasan APBN 2016 dengan nilai sekitar Rp500 miliar, atau separuh dari total dana yang dibutuhkan.
"Kita minta kepada KONI Pusat untuk membantu memperjuangkan anggaran penyelenggaran dari APBN, lewat Menpora, Kementerian Keuangan. Dan tentu titik akhirnya di DPR, di bahas di DPR, di awal tahun ini untuk tahun 2016," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Rabu.
Ditemui usai rapat PON XIX dengan KONI Pusat di Gedung Sate Bandung, gubernur yang akrab disapa Aher itu menuturkan, total anggaran penyelenggaran PON 2016 sekitar Rp900 miliar sampai Rp1 triliun.
"Kami mengusulkan, ya paling tidak separuhnya dari pusat. Kalau separuhnya dari pusat atau Rp500 miliar, dari kita Rp500
miliar, ok lah," kata dia.
Terkait rapat koordinasi dengan KONI Pusat tersebut, Gubernur Jabar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB
PON 2016 menuturkan rapat tersebut digelar agar pihaknya lebih memantapkan penyelenggaraan PON 2016.
"Kami ingin menyatakan, Insya Allah PON 2016 siap dilaksanakan," katanya.
Menurut dia, dalam rapat bersama Ketua Umum KONI Tono Suratman juga membicarakan soal teknis tentang kesiapan
terkait venue, akomodasi, penyelenggaraan, sarana dan prasarana PON 2016.
"Ternyata kita selama ini dipantau oleh KONI, dan hasil pantauan KONI, Alhamdulillah berjalan lancar. Sehingga
menurut KONI perjalanan PB PON dalam menyelenggarakan PON 2016 itu sudah berjalan lancar," kata Aher.
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik proyek renovasi, pengembangan, dan perluasan Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung.
Namun, dia menilai, bandara kebanggaan warga Bandung ini tetap saja terlalu kecil untuk bandara yang mewakili masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan dan pengembangan bandara lainnya di Jawa Barat.
Menurut Aher, Bandara Kertajati di Majalengka yang saat ini masih dalam tahap pembangunan diharapkan menjadi salah satu solusi terkait penambahan pengembangan bandara di Jawa Barat.
"Insya Allah, kalau Bandara tersebut (Kertajati) jadi, maka orang Banjar, orang Pangandaran, tidak harus menempuh 12 jam untuk pergi ke Bandara Soekarno-Hatta," kata dia.
Seperti diketahui, proyek pengembangan Husein Sastranegara ditargetkan selesai dalam waktu 12 bulan sejak groundbreaking, mencakup renovasi dan perluasan terminal penumpang dari luas eksisting 5.000 m2 menjadi 17.000 m2 dengan nilai pekerjaan mencapai Rp 139 miliar.
Seiring dengan diperluasnya terminal, kapasitas tampung terminal juga meningkat menjadi 3,4 juta penumpang per tahun atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan saat ini hanya 750.000 penumpang.
Adapun pada 2013 jumlah pergerakan penumpang di Bandara Husein Sastranegara telah mencapai 2,46 juta penumpang atau sekitar 300 persen melebihi kapasitas yang ada.
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik proyek renovasi, pengembangan, dan perluasan Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung.
Namun, dia menilai, bandara kebanggaan warga Bandung ini tetap saja terlalu kecil untuk bandara yang mewakili masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan dan pengembangan bandara lainnya di Jawa Barat.
Menurut Aher, Bandara Kertajati di Majalengka yang saat ini masih dalam tahap pembangunan diharapkan menjadi salah satu solusi terkait penambahan pengembangan bandara di Jawa Barat.
"Insya Allah, kalau Bandara tersebut (Kertajati) jadi, maka orang Banjar, orang Pangandaran, tidak harus menempuh 12 jam untuk pergi ke Bandara Soekarno-Hatta," kata dia.
Seperti diketahui, proyek pengembangan Husein Sastranegara ditargetkan selesai dalam waktu 12 bulan sejak groundbreaking, mencakup renovasi dan perluasan terminal penumpang dari luas eksisting 5.000 m2 menjadi 17.000 m2 dengan nilai pekerjaan mencapai Rp 139 miliar.
Seiring dengan diperluasnya terminal, kapasitas tampung terminal juga meningkat menjadi 3,4 juta penumpang per tahun atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan saat ini hanya 750.000 penumpang.
Adapun pada 2013 jumlah pergerakan penumpang di Bandara Husein Sastranegara telah mencapai 2,46 juta penumpang atau sekitar 300 persen melebihi kapasitas yang ada.
Majalengka Akan Tanam Saham di Bandara Kertajati
Rabu, 21 Januari 2015 | 20:44 WIB
TEMPO.CO, Bandung -Bupati Sutrisno menyatakan ketertarikan pemerintah Kabupaten Majalengka untuk ikut menanam saham di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang akan mengelola bandara di Kertajati, Majalengka. "Ditawarin 10 persen (saham)," kata dia di Bandung, Rabu, 21 Januari 2015.
Menurut dia, dengan hitungan modal pendirian BUMD BIJB Rp 3 triliun, pemerintah Majalengka harus menyiapkan Rp 300 miliar. Pemerintah Majalengka akan menggelontorkan dana itu pada BUMD miliknya yakni Sindang Kasih Multi Usaha untuk bergabung dalam BIJB. "Ya, akan bergabung," kata dia.
Sutrisno mengatakan, pemerintah kabupaten tertarik menanam saham pengelolaan bandara itu agar bisa ikut mengelolanya. "Supaya nanti Majalengka tidak menjadi tukang 'bebersih kokotoran" saja, ada yang dirasakan oleh rakyat saya," kata dia.
Soal itu disampaikan dalam rapat bersama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Sate Bandung hari ini, Rabu, 21 Januari 2015. Sutrisno mengatakan, dalam rapat itu dia meminta agar pemerintah Jawa Barat kembali menganggarkan pembebasan lahan untuk bandara di Kertajati itu.
Menurut dia, sebagian besar warga yang lahannya akan dilintasi bandara itu yang tidak sempat terbayarkan ganti ruginya, sudah melengkapi bukti berkasnya. "Saya mohon bisa dilanjutkan penganggaran karena supaya rakyat ada ketenangan," kata Sutrisno.
Total dana yang dibutuhkan untuk ganti rugi lahan tersisa dari warga yang sudah setuju itu Rp 100,5 miliar. Lahan milik warga itu untuk menggenapi panjang landasan pacu menjadi 4 ribu meter.
Sutrisno sengaja datang untuk menanyakan APBD 2015 Jawa Barat yang tidak mencantumkan pembebasan lahan bandara lagi. "Runway pertama sudah terbangun 2,5 kilometer, bisa berlanjut manakal lahannya sudah terbebaskan. Saya minta supaya teranggarkan. Kalau tidak sekarang, bisa di Perubahan," kata dia.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik membenarkan jika pemerintah Jawa Barat tidak menganggarkan pembebasan lahan lanjutan di bandara Kertajati, Majalengka. Karena pembebasan lahan itu seharusnya sudah tuntas tahun lalu. "Anggaran kita berakhir Desember (2014), tadinya semuanay clear di bulan itu, ternyata hanya sebagian yang dibebaskan," kata dia.
Dedi mengatakan, permintaan pembebasan lahan oleh Majalengka itu akan disusulkan kembali pada pembahasan APBD Perubahan Jawa Barat. "Karena anggaran murni sudah selesai. Nilainya kurang lebih Rp 105 miliar, tapi kita akan hitung ulang," kata dia.
Pembebasan lahan untuk bandara di Kertajati sudah menembus 877 hektare. Dedi mengatakan, lahan itu sudah cukup untuk membangun perpanjangan landasan hingga 3 ribu meter. Sebagian lahan yang sudah ada juga dipersiapkan untuk membangun terminal.
AHMAD FIKRI
PT RAI Incar Kertajati untuk Pabrikasi Pesawat R80
Rabu, 14 Januari 2015 | 21:51 WIB
TEMPO.CO, Bandung - PT Regio Aviasi Industri (RAI) mengincar Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, untuk lokasi pabrikasi pesawat R80. ''PT RAI sedang merancang bangun pesawat terbang R80, mau dibuat di Kertajati, (tempat) assembly (perakitannya)," kata Komisaris PT RAI, Ilham Akbar Habibie, usai rapat dengan erwakilan pemerintah Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Rabu, 14 Januari 2015.
Menurut Ilham, PT RAI enyiapkan dua opsi lokasi perakitan akhir pesawat R80 sebelum terbang perdana pada 2018. Opsi pertama di Bandara Kertajati, kedua di Bandara Husein Sastranegara. Dia berharap penerbangan perdana bisa dilakukan di Kertajati, sekaligus sebagai tempat pabrikasi serial pesawat R80 lainnya. "Di Kertajati ada banyak sekali keuntungan kalau mau tumbuh," kata dia.
Ilham mengtakan, di Husein Sastranegara, Bandung, kawasannya sudah padat sekali, kalau di Kertajati masih lapangan terbuka. Tahun ini tahapan pembuatan pesawat R80 akan memulai pembuatan prototipe. Ada empat pesawat prototipe R80 yang dipersiapkan dalam tiga tahun, hingga terbang perdana pada 2018 nanti.
Lokasi pembuatan bagian-bagian pesawat itu digarap di pabrik pesawat PT Dirgantara Indonesia di Bandung. Bagian prototipe pesawat itu rencananya akan digabungkan di hanggar yang disiapkan Bandara Kertajati sebelum terbang perdana.
Direktur Utama PT RAI Agung Nugroho mengatakan, pertimbangan lain memilih Bandara Kertajati adalah alasan keamanan. "Buat kita first-flight itu safety first. Kita mau pindah ke Kertajati karena informasi sekarang ini Bandara Husein sudah sangat padat, resiko safety lebih besar," kata dia di Bandung.
Menurut dia, sudah disepakati untuk menyusun naskah kesepahaman atau MoU dengan pemerintah Jawa Barat soal itu. "Kita ingin mensinergikan antara apa yang akan kita lakukan pada pesawat R80 dengan rencanabesar Jawa Barat," kata dia.
Asisten Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Barat Yerry Yanuar mengatakan, pembicaraan dengan PT RAI merupakan tindak lanjut pembicaraan antara mantan presiden Baharudin Jusuf Habibie, pendiri PT RAI, dengan Gubernur Ahmad Heryawan pada September 2014 lalu. "Sebulan ini akan dirumuskan apa saja yang menjadi substansi MoU, soal setuju atau tidaknya itu kita tawarkan pada gubernur," kata dia.
Menurut Yerry, rumusan naskah kesepahaman itu diantaranya soal perencanaan tata ruang Bandara Kertajati agar lokasi assembly PT RAI nanti bisa mengakses langsung landasan untuk kepentingan uji-coba pesawat R80.
Pemerintah Jawa Barat menargetkan Bandara Kertajati bisa beroperasi pada 2017 nanti. Tahun ini pemerintah berkonsentrasi pada pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang akan mengelola kawasan bandara tersebut.
AHMAD FIKRI
Pesawat N-219
N-219 adalah pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang oleh Dirgantara Indonesia dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo.
Sebelum memasuki serial production, PT DI terlebih dahulu akan membuat dua unit purwarupa untuk Uji terbang serta satu unit purwarupa untuk tes statis pada tahun 2012. Program pembuatan purwarupa sendiri direncanakan memakan waktu selama dua tahun dengan pengalokasian dana yang dibutuhkan sebesar Rp300 miliar.[2]
N-219 akan melakukan uji terbang di laboratorium uji terowongan angin pada bulan Maret 2010. Pesawat N219 baru akan bisa diserahkan kepada pemesan pertamanya untuk diterbangkan sekitar 2014-2015. N-219 ini merupakan pengembangan dari NC-212 yang sudah diproduksi oleh PT DI dibawah lisensi CASA.
Fitur Utama
Fungsi: angkut penumpang dan kargo (Multi fungsi, dapat dikonfigurasi ulang)
Kapasitas: 19 Penumpang (konfigurasi tiga sejajar)
Kinerja lepas landas dan mendarat: jarak pendek/STOL (600 m)[3]
Biaya operasional: rendah
Mesin: 2 x 850 shp[4]
Kinerja
Kecepatan jelajah maksimum: 395 km / jam (213 KTS)
Kecepatan jelajah ekonomis: 352 km / jam (190 KTS)
Rata rata feri Maksimum: 1580 Nm
jarak lepas landas (halangan 35 kaki): 465 m, ISA, SL
jarak mendarat (halangan 50 kaki): 510 m, ISA, SL
Kecepatan jatuh (stall): 73 KTS
Berat lepas landas maksimum (MTOW): 7270 kg (16,000 lbs)
Muatan Maksimum: 2500 kg (5511 lb)
Tingkat panjat 2300 kaki / menit (semua mesin operasi)
Jarak: 600 Nm
Operator
Merpati Nusantara Airlines = 20 unit dalam pemesanan[5]
Lion Air Group = 100 unit dalam pemesanan[6]
Pesawat setara
Twin Otter
CASA C 212
5 Fakta seputar pesawat N219 buatan anak negeri
Merdeka.com - Industri penerbangan dan kedirgantaraan di Indonesia sudah berumur lebih dari setengah abad. Namun, kiprah dan cemerlangnya industri ini dikenal saat era kepemimpinan Presiden Soeharto. Saat itu Indonesia punya catatan membanggakan di bidang kedirgantaraan. Di bawah komando BJ Habibie, putra-putri terbaik Indonesia sukses merancang dan membuat pesawat yang kemudian dikenal dengan nama pesawat N250 Gatot Kaca.
Setelah itu ada pesawat turboprop N250 yang dirancang BJ Habibie pada akhir 1990-an. Namun gagal dikembangkan dan sampai sekarang mangkrak di PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Itu terjadi saat krisis moneter di akhir 1997-1998.
BUMN yang dulu bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) gagal mendapat pendanaan dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk menuntaskan pesawat turboprop N250. Padahal, jika dikembangkan, pesawat sipil berkapasitas 60-80 penumpang digadang-gadang menjadi pesaing ATR, pesawat terbang buatan Prancis-Italia.
Setelah sekian lama tertidur, ambisi untuk mengembangkan pesawat oleh anak negeri kembali menggeliat. PT Dirgantara Indonesia (DI) kembali tergugah melanjutkan kesuksesan pembuatan pesawat lokal. Kemarin, Selasa (25/2), PT DI menandatangani perjanjian kerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Kerja sama ini meliputi perancangan dan pembiayaan pengembangan pesawat N219.
Penandatanganan dilakukan di Kantor Pusat LAPAN, Rawamangun, Jakarta Timur. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT DI Budi Santoso dan Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin
"Ini merupakan sejarah baru sebagai sinergi antar lembaga dalam mendukung kemajuan industri dirgantara di Indonesia," ucap Budi saat acara penandatanganan di Jakarta.
Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin mengatakan rancang bangun pembuatan N219 merupakan bagian pemersatu bangsa di bidang transportasi udara dan sebagai bukti kemampuan anak bangsa dalam menguasai dan mengembangkan teknologi pesawat.
Rencananya, integrasi komponen pesawat akan dilaksanakan pada 2015 ditandai dengan roll out pesawat pertama. Bagaimana spesifikasi pesawat buatan putra putri Indonesia itu? Pesawat berkapasitas 19 tempat duduk ini cocok untuk penerbangan perintis. Pesawat ini tergolong mudah dan sederhana dalam proses perawatannya.
N219 memiliki konfigurasi yang dapat diubah dengan cepat, biaya operasi rendah, bersertifikasi dasar CASR 23 dan menggunakan sepasang mesin PT6A-42 yang masing-masing berkekuatan 850 daya kuda.
Dari keterangan yang diperoleh merdeka.com, pesawat ini dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. Pesawat ini memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu yang fleksibel.
N219 mampu lepas landas dan mendarat dalam jarak pendek atau hanya memerlukan landasan 500 hingga 600 meter. Pesawat ini juga dilengkapi dengan alat bantu navigasi sehingga mampu lepas landas dan mendarat di bandara bandara perintis dengan peralatan minimal.
Selain kelebihan-kelebihan itu, merdeka.com mencatat fakta-fakta lain seputar pesawat N219 buatan anak negeri. Berikut paparannya.
1. Terbang dua tahun lagi
Merdeka.com - Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan, saat ini pesawat N219 telah selesai tahap preliminary design/desain awal atau estimasi jenis material, mutu material, serta dimensi material yang akan digunakan untuk membentuk struktur. Setelah itu akan memasuki detail design, kemudian memasuki pembuatan komponen.
"Rencananya, integrasi pesawat akan dilaksanakan pada 2016 ditandai dengan roll out pesawat pertama. N219 akan terbang perdana pada 2016," katanya.
Direktur Komersial dan Restrukturisasi PT DI, Budiman Saleh, mengatakan, ?rentang waktu antara pengenalan prototipe dengan penerbangan perdana biasanya dalam rentang waktu maksimal satu tahun. Sehingga, diperkirakan awal 2016 pesawat N219 bisa langsung diantarkan ke maskapai pemesan.
2. Masih andalkan impor
Merdeka.com - Direktur Pengembangan Teknologi PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Andi Alisjahbana, mengakui 40 persen komponen pesawat N219 masih didatangkan dari luar negeri alias impor. Salah satu komponen yang pasti diimpor adalah bagian mesin.
Meski begitu, Andi menyebut pesawat N219 adalah pesawat buatan PT DI yang paling banyak menggunakan komponen lokal. Pihaknya terus berusaha agar rancangan dan komponen bisa dihadirkan dari dalam negeri.
"Ini komponen lokal tertinggi pesawat kita, target kita itu menuju 60 persen produk lokal," ucap Andi di kantor pusat LAPAN, Jakarta, Selasa (25/2).
Komponen pesawat lokal N219 jauh lebih besar dibandingkan pesawat CN250 yang telah dulu beroperasi. Pada CN250 komponen impor masih sangat banyak di mana mulai dari komponen mesin hingga kaca pesawat.
"Semua di CN219 kita ingin lebih, kita ingin roda mendarat buatan Indonesia, belum tentu PT DI yang buat tapi bisa saja sub kontraktor. CN 250 dulu kacanya saja kita impor," akunya.
Impor mesin pesawat CN219, lanjutnya, diimpor dari pabrikan Pratt and Whitney asal Kanada.?
3. Habiskan Rp 400 miliar
Merdeka.com - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 miliar untuk pengembangan pesawat N219 bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Dana ini akan digunakan untuk dua tahun yaitu 2014 dan 2015.
Kepala Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, Gunawan S Prabowo mengatakan, tahun ini anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 310 miliar. Sedangkan sisanya atau sekitar USD 90 miliar akan digunakan untuk tahun depan.
"Komitmen kita tahun 2014 itu Rp 310 dan sisanya 2015," ucap Gunawan di kantor pusat Lapan, Jakarta, Selasa (25/2).
Dia menegaskan, anggaran ini diakui tidak digunakan untuk kepentingan komersil atau mengambil keuntungan.
"Kita kan pusat teknologi penerbangan, dunia penerbangan engineering kita improve kemampuan engga ada barangnya ya engga bisa. Bagi enginer Lapan jadi wahana penelitian. Ada feedback kita masuk ke pesawat terbang," tegasnya.
4. Sudah 200 pesawat dipesan
Merdeka.com - PT Dirgantara Indonesia (PT KAI) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menargetkan pesawat N 219 mengudara pada 2016. Itu artinya, pesawat buatan anak negeri tersebut ditargetkan lolos sertifikasi paling lambat tahun tersebut.
Kepala Program N 219 Lapan Agus Aribowo mengatakan walau masih dalam tahap pengembangan, pesawat tersebut sudah banyak di pesan. Pemesannya beragam, mulai dari maskapai penerbangan, pemerintah daerah, hingga negara tetangga.
Berikut rinciannya:
1. Maskapai Lion Air 100 unit
2. Nusantara Buana Air 30 unit
3. Pemda Papua dan Papua Barat 15 unit
4. Pemda Aceh 6 unit
5. Pemda Sulawesi 6 unit
6. Pemda Riau 4 unit
7. Thailand (Nomad) pengawas pantai sebanyak 18 unit dan cadangan 2 unit
8. TNI AL (Nomad) 1 skuadron 9-15 pesawat.
5. Lebih unggul dari otter twin
Merdeka.com - Direktur Pengembangan Teknologi PT DI, Andi Alisjahbana mengatakan, harga satu pesawat ini sekitar USD 4,5 juta. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan pesawat sekelasnya yaitu twin otter yang harganya mencapai USD 6-7 juta.
"Kalau di jual harganya sekitar USD 4,5 juta," ucap Andi di kantor pusat Lapan, Jakarta, Selasa (25/2).
Meski lebih murah, Andi mengklaim banyak kelebihan yang melekat dalam pesawat N219 dibandingkan twin otter. Salah satunya dari sisi desain. Desain pesawat twin otter sudah ketinggalan zaman.
"Twin otter itu dulu diproduksi bombardier, dan mereka tidak produksi lagi kemudian sekarang dikembangkan perusahaan kecil. Desain mereka tidak berubah dari tahun 1960. Kita desain era 2000-an," jelas Andi.
Menurutnya, kemampuan pesawat N 219 dalam mengangkut barang dan kargo juga melebihi kemampuan twin otter. Kemampuan N 219 500 Kilogram lebih besar dibandingkan twin otter.
"Kemampuan kita lebih besar karena menggunakan teknologi baru. Tapi kalau masalah fuel (bahan bakar) kira kira sama, tapi kelebihannya kita loadnya lebih besar," tutupnya.
Sumber :
http://www.merdeka.com/uang/5-fakta-seputar-pesawat-n219-buatan-anak-negeri.html
Dicanangkan Sejak Zaman SBY, Mobil Pedesaan Ditargetkan Lahir 2016
Ferdinan - detikfinance
Kamis, 26/02/2015 20:11 WIB
Jakarta -Menristek dan Dikti M Nasir menargetkan program produksi mobil pedesaan terealisasi pada tahun 2016.
Pihaknya sudah mengantongi prototipe mobil yang bakal bermanfaat untuk meningkatkan sektor ekonomi di pedesaan, yang programnya sudah dicanangkan sejak 2011.
"Di ristek yang telah dilakukan kaitan mobnas ada dua skema utama, satu riset high technology yaitu kaitannya mobil listrik, yang kedua mobil multiguna pedesaan. Ini yang sudah dikembangkan oleh Ristek," kata Nasir di sela-sela Rakernas Kemenristek Dikti di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2015).
Mobil pedesaan ditargetkan untuk menopang kebutuhan para masyarakat pedesaan. "Karena kebutuhan pedesaan untuk angkutan barang dari rumah ke sawah, dari sawah ke toko. Sehingga mobil tidak perlu fitur mobil mewah, yang penting orang pedesaan, murah operasionalnya, murah harganya," papar Nasir.
Riset mobil sudah dilakukan juga bekerjasama dengan perguruan tinggi. "Sudah kita bicarakan dengan para pengusaha dalam bidang itu, nanti kami akan kerjasama untuk mengembangkan," sambungya.
Mobil yang akan diproduksi berjenis pick up. Mobil akan menggunakan mesin berkapasitas di bawah 1.000 cc. Spare part mobil menurut Nasir akan menggunakan produk lokal. "70-80% lah. Nanti (ditentukan) mana yang akan buat mesin, kaca, mana yang akan bikin karoseri," sebutnya.
Pada tahap awal, mobil akan menggunakan bahan bakar bensin namun pada kelanjutannya akan memakai gas. Harga mobil desa ditaksir sekitar Rp 75-80 juta. "Karena (produk) lokal dan tidak kena tax," kata Nasir.
Ia menargetkan produksi pertama sebanyak 300 unit mobil/bulan. Jumlah prduksi akan meningkat bila produk pertama dianggap berhasil.
Konsep mobil pedesaan muncul pada Februari 2011 lalu pada saat Presiden SBY. Waktu itu dikembangkan program pro rakyat dalam upaya menanggulangi kemiskinan yang meliputi 6 hal yaitu rumah super murah, angkutan umum murah, program air bersih, program listrik murah dan hemat, program peningkatan hidup nelayan dan masyarakat pinggir kota.
Targetnya pada waktu itu, program angkutan umum murah baru bisa dilakukan 2012, namun belum terealisasi sampai saat ini. Waktu itu sempat muncul beberapa merek mobil buatan lokal antara lain Tawon dan GEA.
(fdn/hen)
Menteri Andrinof Blusukan Cek Pesawat N219 Made in Bandung
dari:detik.com
Bandung -Menteri PPN/Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), Andrinof Chaniago berkunjung ke pabrik PT Dirgantara Indonesia (PTDI), di Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/2/2015).
Andrinof ingin melihat langsung perkembangan sejumlah proyek yang dikerjakan oleh PTDI khususnya proyek pembuatan N219. Pesawat 19 penumpang yang didesain dan dirancang 100% oleh putra-putra Indonesia ini, proses pengerjaan prototipenya sudah 90%.
"Saya ingin melihat perkembangan terakhir dari kegiatan-kegiatan di PT DI. Perkembangannya, ada masuknya teknologi baru, mesin baru," ujar Andrinof.
Proyek N219 ini merupakan kerjasama PT DI dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dimana LAPAN berperan dalam tahap riset dan pengujian sementara PT DI mengerjakan pembuatan prototipenya.
"Saya lihat proyek ini sudah sesuai dengan rencana. N219 ini memberikan harapan besar untuk sukses, momentumnya harus dijaga," katanya.
Menteri Andrinof melihat skema-skema yang bisa dikerjakan dalam bentuk kerjasama. "Kita akan lihat mana yang pakai dengan skema dengan swasta, mana yang pemerintah. Termasuk untuk promosi juga harus tingkatkan bersama. Karena kita ini potensi sudah punya," tutur Andrinof.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI Andi Alisjahbana dalam kesempatan tersebut juga mengatakan kesiapan PTDI untuk menunjukkan prototipe (roll out) N219 pada Agustus 2015.
Seperti disampaikan Dirut PTDI Budi Santoso akhir Januari lalu, disebutkan bahwa prototipe N219 saat ini sudah mencapai 90%.
N219 merupakan pesawat yang mulai dirancang sejak 2007 lalu, Pesawat ini dibuat dengan kapasitas 19 orang dan memiliki kelebihan bisa lepas landas dalam jarak pendek sehingga cocok untuk daerah-daerah terpencil, termasuk di Indonesia.
(tya/hen)
kabar terbaru Garansindo Mau Ambil Alih Esemka
Aditya Maulana - detikOto
Jumat, 27/02/2015 08:04 WIB
Jakarta -Belum lama ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan rapat dengan sejumlah menteri untuk membahas pengembangan industri otomotif nasional. Salah satu hasil rapat itu adalah, Esemka membutuhkan modal awal Rp 100 miliar untuk mengembangkan produknya.
Mengetahui hasil rapat itu, CEO PT Garansindo Inter Global, Muhammad Al Abdullah menyatakan pihaknya siap untuk berinvestasi dan mengembangkan Esemka menjadi mobil hasil rakitan lokal atau karya anak bangsa Indonesia.
"Garansindo sebagai perusahaan lokal memiliki mimpi visi dan misi Indonesia punya mobil produksi lokal. Kita siap berinvestasi, kita tidak perlu perlakuan khusus. Artinya, kalau sampai Garansindo berinvestasi dan Esemka jadi bagus, kita tidak perlu dapat perlakuan khusus," tegas pria yang akrab disapa Memet dalam wawancara dengan beberapa media.
Menurut Memet, pernyataan Jokowi dan Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang mengatakan Esemka itu kalau diproduksi lokal (komponen lokal) bisa digunakan di instansi-instansi lokal saja sudah cukup. Esemka tidak perlu dapat perlakuan pajak khusus, karena ada aturan WTO (Badan Perdagangan Dunia).
Sebelumnya tahun 1990-an, proyek mobil nasional Timor gagal setelah pabrikan Jepang, Amerika dan Jerman menuntut perlakuan khusus yang diterima Timor.
"Esemka jangan sampai kena WTO lagi karena kita sudah 2 kali kena WTO, maka dari itu dukungan pemerintah itu perlu, tidak perlu aneh-aneh, yang kita butuhkan itu nasionalismenya para BUMN dan pemerintahan, kalau ada barang yang sama, kualitas yang sama kenapa harus merek lain," bebernya.
Maka dari itu, Garansindo sebagai perusahan lokal sangat setuju. Menurut Memet, benar apa yang dikatakan Jokowi dan Sofyan Djalil, kalau Esemka tidak akan bisa bersaing dengan produk dunia karena tidak akan kuat, jadi cukup menyasar ke market share tertentu.
"Saya setuju dengan pernyataan itu, artinya kalau kita bersaing raksasa-raksasa dunia tidak akan mungkin, tapi kalau untuk market share tertentu saya setuju banget. Intinya saya mau berinvestasi untuk Esemka, saya mau membesarkan Esemka," tuntas Memet dengan bersemangat.
Kamis, 26 Februari 2015
PP Ekspansi Proyek Superblok Rp 6 T
Jakarta – PT PP Properti, anak usaha PT PP Tbk (PTPP), akan menggarap proyek baru superblok di Surabaya, Jawa Timur. Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 6 triliun.
Proyek baru itu terletak di Jalan Dharma Husada, Surabaya bagian timur. Proyek itu berada di lahan seluas 4,2 hektare (ha). Sebelumnya, perseroan mengembangkan proyek superblok Grand Sungkono Lagoon di Surabaya bagian barat.
“Proyek baru di Surabaya terdiri atas apartemen, mal, dan superblok. Nilainya besar sekitar Rp 6 triliun. Proyek itu mulai diluncurkan tahun ini,” kata Direktur Utama PP Properti Galih Prahananto, usai mini expose rencana IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (25/2).
Galih mengatakan, salah satu sumber pendanaan proyek tersebut berasal dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PP Properti.
Selain proyek superblok itu, perseroan juga bakal menggarap proyek baru apartemen dan pusat kuliner di Serpong, Banten. Apartemen tersebut akan terdiri dari dua tower. Nilai investasinya ditaksir sekitar Rp 1 triliun.
Sementara itu, lanjut dia, sebagian dari dana emisi IPO juga akan digunakan untuk mendanai proyek yang sedang berjalan. Salah satunya adalah Grand Komala Lagoon di Bekasi. Konstruksi kawasan multiguna senilai Rp 11 triliun di lahan seluas 25 ha itu telah dimulai sejak Agustus tahun lalu.
“Kami juga akan menambah landbank tahun ini di kawasan yang pertumbuhan propertinya di Jawa,” jelas Galih. Saat ini, perseroan memiliki total landbank sekitar 55 ha.
Galih belum mau menjelaskan lebih rinci terkait IPO, seperti kisaran harga pelaksanaan IPO. Namun, menurut dia, nilai emisinya tidak jauh dari yang pernah dijelaskan manajemen PP selaku induk usaha perseroan.
Sebelumnya, manajeman PP mengungkapkan, PP Properti berencana melepas 30-35 persen saham kepada publik dengan target perolehan dana sekitar Rp 1,5-1,7 triliun. PP Properti menargetkan bakal mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mei 2015, mundur dari rencana semula yaitu kuartal I-2015. PP Properti akan menggunakan laporan keuangan periode 31 Desember 2014.
Saat ini, perseroan telah menunjuk lima penjamin emisi antara lain PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan CLSA Indonesia, dan CIMB Securities.
Sementara itu, Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto mengatakan, perseroan berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 550 miliar dan laba bersih Rp 106 miliar selama 2014. Perseroan mengharapkan kenaikan pendapatan yang signifikan setelah menggelar IPO. “Kami targetkan pendapatan bisa naik tiga kali lipat dibanding tahun lalu,” jelas dia.
Tahun lalu, total aset PP Properti sebesar Rp 2,7 triliun dan ekuitas perseroan mencapai Rp 1 triliun. Menurut Indaryanto, perseroan memproyeksikan aset tersebut bertambah sebesar Rp 1,5 triliun menjadi Rp 4,2 triliun setelah IPO.
Dia menambahkan, setelah menggelar mini expose, pihaknya segera menggelar roadshow ke sejumlah negara, seperti Singapura dan Hong Kong. Meskipun begitu, pihaknya tidak berniat menggelar global offering. Penawaran tetap dilakukan di dalam negeri. hanya saja pihaknya mengandalkan CIMB Securities dan CLSA dalam menjaring investor asing.
Sebagai informasi, saat ini PP Properti tengah mengerjakan pembangunan proyek Grand Kamala Lagoon di Kalimalang, proyek Grand Sungkono Lagoon di Surabaya, dan apartemen Ayoma di Serpong, landed house Payon Amartha di Semarang.
Baru-baru ini, PP tengah mengajukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 4,4 triliun kepada Kementerian Badan Usaha Milk Negara (BUMN). Jika dikabulkan, perseroan bisa menggelar penawaran umum terbatas saham (rights issue) hingga senilai Rp 8,6 triliun.
Menurut Sekretaris Perusahaan PP Taufik Hidayat, pihaknya membutuhkan dana investasi cukup besar untuk pembangunan pembangkit listrik, dermaga, dan jalan tol. Karena itu, dirinya berharap pelaksanaan rights issue dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kami menargetkan pelaksanaan rights issue pada tahun depan. Sebanyak 51 persen saham PP dikendalikan oleh negara. Jadi, porsi inilah yang akan dieksekusi pemerintah,” kata Taufik kepada Investor Daily belum lama ini.
Lebih lanjut, PP juga telah menggalang dana lewat penerbitan obligasi. Pekan lalu, perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2015 senilai Rp 300 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan dengan total emisi Rp 1 triliun.
“PUB I tahap II ini memiliki bunga tetap sebesar 10,2 persen per tahun dengan jangka waktu lima tahun,” jelas manajemen dalam prospektus, belum lama ini
PP akan menggunakan seluruh penerimaan hasil PUB I tahap II tahun 2015 ini sebagai modal kerja, seperti proyek pembangunan gedung, pelabuhan, jalan, dan jembatan beserta infrastruktur lainnya.
PUB I tahap II ini akan efektif pada 11 Maret 2013 dengan masa penawaran umum pada 17 dan 18 Februari 2015. Sementara tanggal penjatahan akan dilakukan pada 20 Februari 2015. Sebelumnya perseroan telah menerbitkan PUB I tahap I pada 2013 dengan nilai Rp 700 miliar.
Penulis: Farid Nurfaizi/FMB
Sumber:Investor Daily
Anak Usaha Pertamina Bakal IPO di 2015
Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengungkapkan anak usaha PT Pertamina (Persero) akan digiring untuk melaksanakan pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) di 2015.
Menurut Dwi, perseroan akan mengembangkan setiap potensi yang ada di anak usaha Pertamina. Dengan menggiring salah satu anak usaha yang core business-nya tidak menjalankan pengelolaan energi nasional, tapi bidang maskapai penerbangan yaitu PT Pelita Air Services.
"Kita sedang review, Pelita di bidang transportasi yang akan kita giring, akan IPO di tahun depan," kata Dwi, usai penutupan perdagangan bursa 2014, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Dwi menjelaskan, tujuan menjalankan IPO nanti, agar perusahaan lebih transparan dalam memperlihatkan kinerja, sehingga ekuitas perseroan bisa lebih meningkat. Investasi anak perusahaan itu bisa lebih cepat, dengan adanya perdagangan saham.
Lanjut dia, perseroan tidak akan menjual saham induk Pertamina ke publik, karena masih ada kewajiban di dalam undang-undang. Sehingga Pertamina tidak bisa dijual sahamnya ke publik.
"Pertamina tidak akan kami IPO kan, ada kewajiban di UU, karena kita jadi operator pengelola energi untuk masyarakat," tukasnya.
AHL
Sumber: metrotvnews.com
Dua BUMN Persiapan Terbitkan Saham Perdana Awal 2015 PTPN VII dan PLN Batam berniat IPO pada kuartal I-2015
Bareksa.com Pemerintah memprioritaskan anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) saham pada 2015.
Beberapa anak usaha BUMN yang layak IPO antara lain PT PP Properti, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII, dan PT PLN Batam.
"Persoalan kami sekarang adalah bagaimana meningkatkan nilai atau value perusahaan terlebih dahulu. Meski begitu, sudah banyak anak-anak usaha BUMN yang cukup bagus, misalnya anak-anak perusahaan penerbangan dan konstruksi," kata Achiran Pandu, Staf Ahli Bidang Tata Kelola dan Sinergi Antar BUMN.
PTPN VII berencana melepas 30 persen saham ke publik dan menargetkan meraih dana IPO hingga Rp2,5 triliun yang akan digunakan untuk investasi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan memperbaiki struktur permodalan.
Awalnya PTPN VII berniat melaksanakan IPO tahun ini namun ditunda hingga kuartal I tahun depan.
Sementara itu, PLN Batam juga berniat melakukan IPO pada awal tahun 2015 dengan melepas 15 persen saham baru dimana proses IPO akan menggunakan laporan keuangan kuartal III-2014. (np)
Investor Daily, hal 11.
2015, Danareksa Bakal Tangani 5 IPO Senilai Rp 5 Triliun
Jakarta – PT Danareksa Sekuritas tengah menangani lima perusahaan yang akan melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tahun ini.
Nilai IPO lima perusahaan tersebut ditaksir mencapai Rp 4-5 triliun.
“Dari lima perusahaan, dua di antaranya merupakan perusahaan yang memundurkan jadwalnya dari tahun lalu,” kata Direktur Utama Danareksa Sekuritas Marciano Herman di Jakarta, Kamis (29/1).
Dia menjelaskan, sektor-sektor perusahaan yang bakal melangsungkan IPO tahun ini berasal dari sektor barang konsumsi, keuangan, dan pertambangan. Perusahaan yang paling cepat IPO bakal berlangsung pada semester I tahun ini.
Selain bakal menjadi penjamin emisi (underwriter) IPO, Danareksa juga memproyeksikan bakal menjadi underwriter untuk obligasi global maupun domestik dari sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) tahun ini. Menurut Marciano, emisi obligasi hampir dipastikan selalu ada setiap tahun, karena perusahaan selalu membutuhkan dana. “Obligasi tahun ini diperkirakan mencapai Rp 45-49 triliun,” jelas dia.
Dari proyeksi total obligasi tersebut, Danareksa mengincar penjaminan obligasi dari beberapa BUMN. Dia mengakui, pihaknya belum melakukan pembicaraan dengan beberapa BUMN yang bakal menerbitkan obligasi seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pegadaian.
Sementara itu, terkait rencana pemerintah melakukan penyertaan modal negara (PMN), Marciano mengatakan bahwa perseroan siap membantu pemerintah dalam melaksanakan PMN kepada sejumlah BUMN. Menurut dia, Danareksa siap membantu pelaksanaan seluruh PMN melalui mekanisme penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Menurut Marciano, sampai saat ini, perseroan belum dapat mandat dari beberapa BUMN yang bakal melaksanakan rights issue, karena prosesnya masih dalam tahap meminta izin Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Kami berharap semuanya bisa kami tangani, karena kami juga BUMN,” ujar dia.
Sebelumnya, empat BUMN dikabarkan bakal melaksanakan rights issue dengan target perolehan dana sebesar Rp 28,11 triliun pada tahun ini. Penambahan modal tersebut diperkirakan akan membuat laba bersih empat BUMN tersebut meroket hingga empat sampai lima tahun ke depan.
“Rights issue empat BUMN tersebut adalah bagian dari PMN yang diberikan pemerintah kepada 35 BUMN di bawah pengawasan Kementerian BUMN senilai Rp 48,05 triliun pada 2015,” jelas Menteri BUMN Rini M Soemarno, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan laporan Menteri BUMN kepada Komisi VI DPR, pemerintah menyuntikkan modal kepada lima BUMN hingga Rp 18,46 triliun. Dari jumlah itu, empat di antaranya akan mengantongi penambahan modal melalui rights issue.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bakal menggelar rights issue senilai Rp 10,77 triliun dengan PMN Rp 7 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 9,3 triliun dengan PMN Rp 5,6 triliun, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan rights issue Rp 5,3 triliun dengan PMN Rp 3,5 triliun, dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bakal rights issue Rp 2,74 triliun dengan PMN Rp 1,4 triliun.
Penulis: Muhammad Rausyan Fikry/WBP
Sumber:Investor Daily
Rabu, 25 Februari 2015
Menperin: Esemka Diarahkan untuk Angkutan Pedesaan Kamis, 26 Februari 2015 | 10:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, mobil Esemka kemungkinan besar akan diarahkan sebagai mobil angkutan pertanian dan pedesaan.
"Kami membicarakan masalah angkutan pertanian, pedesaan, itu yang kita siapkan dan akan kita produksi sendiri," kata Menperin Saleh Husin setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (25/2/2015) malam.
Ia mengatakan, untuk kebutuhan angkutan perkebunan, pertambangan, atau di pedesaan jika memungkinkan akan diproduksi sendiri di dalam negeri.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong Esemka yang merupakan karya anak bangsa itu bisa memproduksi mobil angkutan untuk kepentingan tersebut.
"Esemka itu kalau bisa memproduksi sendiri kan sangat bagus untuk putra-putri Indonesia sendiri," katanya.
Ke depan, kata dia, akan dilakukan kajian teknis dan detail pelaksanaan untuk membuat road map bagi angkutan perkebunan, pertambangan, dan pedesaan yang diharapkan bisa dipasok dari dalam negeri sendiri. "Salah satu yang sangat siap ya Esemka. Targetnya secepatnya," katanya.
Menteri menambahkan, pemerintah optimistis Indonesia mampu memproduksi angkutan untuk kepentingan sendiri.
"Bisa, tadi Dirut Esemka sudah mengatakan mereka sanggup, mereka bisa," katanya.
7 Langkah Simpel Membuat Produk Laris
Jika anda mempunyai produk, namun galau karena tak puas dengan pemasarannya, ANDA harus baca artikel ini!
Jika Produk anda hanya bertahan kurang dari 3 bulan di pasar, lalu hilang tak laku lagi, maka ANDA pun harus mengamalkan ilmu dalam artikel ini!
Jika anda belum punya produk, dan ingin membuat produk anda sukses dalam jangka waktu yang lama di pasar, BACA Panduan ini!
Menciptakan produk barang atau jasa itu mudah. membuatnya dicintai konsumen dan laris dalam waktu yang lama, itu persoalan lain. Tidak hanya butuh bahan baku yang bagus, kreatifitas yang tak habis, namun diperlukan banyak hal untuk itu.
Inilah 7 langkah membuat produk anda dapat bertahan lama di pasar:
1. Jadi Orisinil atau Autentik
Maksudnya, jadilah diri sendiri. Orisinillah dalam ide, menjadi yang terdepan. Proses ATM (Amati-Tiru-dan Modifikasi) adalah pelajaran awal ketika memulai. namun setelah anda buat produk dan bisnis berdasatkan metode ATM, anda tetap harus autentik dalam strategi, bisa jadi autentik dalam iklan, bisa jadi autentik dalam metode pemasaran, metode manajemen dan sebagainya.
Steve Job pernah berpesan pada penerusnya Tim Cook, CEO APPLE,
“Jangan pernah mengikuti pola pikirku saat mengambil keputusan. Jangan pernah menjadi penerus seperti di Walt Disney yang terus-menerus mempertanyakan What Would Dalt Do. Jangan kotori kejernihan pikiranmu dengan menanyakan What Would Steve Do. Itu akan sia-sia, dan perusahaan ini taka akan berkembang. Jadilah dirimu sendiri, dengan ide-idemu yang autentik, karena tantangan perusahaan Apple di masamu akan berbeda dengan di masaku. Tugasmu memberikan RESPON terbaik, menurutmu, bukan menurutku!”
2. Engkaulah Konsumen Pertama Produkmu
Sebagian dari kita mengatakan membuat produk ini dan itu untuk memenuhi permintaan pelanggan, atau untuk memenuhi permintaan pasar. Bahkan untuk memanfaatkan momen dan kesempatan tertentu. Taukah hasilnya? Hasil dari produk yang katanya memenuhi keinginan pelanggan hanya jadi produk menengah yang mudah dilupakan, atau hanya ‘menyesaki pasar’ tidak jadi produk ‘ngangenin’ yang benar-benar dicari dan dicintai pelanggan.
Mau tahu contohnya?
Cobalah lihat produk-produk souvenir di tempat-tempat wisata di seluruh Indonesia. sedikit sekali yang benar-benar dirancang dan dibuat dengan baik. Sedikit sekali yang bisa membuat konsumen benar-benar suka, apalagi jatuh cinta pada produknya. Konsumen justru membeli bukan karena suka, tapi hanya karena membutuhkan souvenir untuk memenuhi kewajibannya membawa oleh-oleh. Kita tak bahagia saat membelinya, tak juga merasa bangga saat memberikannya sebagai oleh-oleh pada keluarga dan sahabat di rumah. Bahkan setelah dibelipun, produk tersebut hampir tidak pernah digunakan alias mubazir.
Jika kita sebagai produsen produk saja tidak jatuh cinta pada produk yang kita ciptakan, ya jangan pernah berharap orang lain jatuh cinta pada produk kita dong!
Karena, ANDA adalah konsumen pertama produk ANDA! As Simple as That.
Ide bisnis
Pelanggan Adalah Raja
Published February 26, 2015
Kemarin waktu saya dijamu makan bersama teman-teman online Bekasi, saya yg orang ndeso rada-rada kaget pas ngeliat menu di resto tersebut.
Seperti yang kliatan di foto nih di bawah, tuh resto bagus sistemnya buat konsumen.
Jadi restonya udah nyiapin berbagai kartu bergambar menu2 yang tersedia dan konsumen dipersilakan mengambil kartu2 tersebut dan diberikan kepada pelayannya :)
Alhasil, dgn sistem ini maka :
– Irit kbutuhan kertas nota si resto
– Konsumen bebas memilih kapan aja dan mau mikir yg mana
– Harga jelas dan menu jelas mana yg habis mana yg masih
Tapi masih untung gak bayar dulu di depan hehehe.. ada banyak juga lho yg resto bayar di depan :D
Taapiii.. yg perlu digaris bawahi bahwa sejak saya diskusi tentang “Siapakah Raja Sebenarnya” di tahun 2006 bersama para direksi waktu saya kerja ngantor, KONSUMEN BUKAN LAGI RAJA lho hehehe…
====================
Yusuf Shembah Bravo Brokerpreneur di Resto dengan gambar berkartu untuk pemesanan
Yusuf Shembah Bravo Brokerpreneur di Resto dengan gambar berkartu untuk pemesanan
Pepatah Konsumen adalah Raja dulu mungkin masih berlaku, namun pada perkembangannya, kayaknya bukan lagi dweh hehehe..
Mari kita coba jabarin dikit2 yaak sesuai kemampuan dan pengetahuan saya …..
1. Supermarket kini bisa saja Rajanya. Mengapa?
Karena konsumen selalu mengikuti kemauan si supermarket baik dari harga, sisi program, pelayanan bahkan tidak ada tawar menawar dalam transaksi.
Tapi Supermarket juga tergantung pada Supplier kan? Nah, jangan salah hehehe.. Dalam banyak kasus, supplier malah sekarang tergantung pada aturan2 Supermarket dimana kudu ngikutin apa ketentuan barang yang masuk ke SPM. Jadi apakah SPM yg jadi rajanya?
2. Supplier mungkin saja rajanya.
Mengapa? Supplier sudah jelas memiliki produk yang akan dijual. Mereka memproduksi barang dan mengendalikan distribusi. Tapi, benarkah seperti itu?
Pada kenyataannya bahwa supplier memproduksi barang / produk juga sesuai keinginan market / pasar bukan? Dan tebak, siapakah yg memiliki data penjualan paling besar?
Ya si jaringan retail hehehe.. dimana salah satunya adalah Supermarket dan Retail tadi.
Rajanya sebenarnya siapa?
Rajanya sebenarnya siapa?
3. Jaringan Retail apakah bisa jadi si raja?
Banyak toko kelontong atau minimarket merajalela di daerah2. Mereka notabene membuka bisnis retail karena “berpotensi” untuk melayani kebutuhan konsumen sekitarnya. Dibandingkan dg SPM jelas saja skalanya lebih kecil namun jaringannya retail ini tidak bisa dianggap remeh lho hehehe
Retail kini seolah menjadi raja dalam distribusi bisnis khususnya minimarket waralaba. Tapi benarkah mereka raja? Fakta di lapangan ternyata banyak juga yg bertumbangan karena mereka tergantung pada si supplier dalam pasokan barang padahal kondisi jarak menjadi sebuah hambatan. Juga program-program masih kalah dgn program-program konsumen dari Supermarket.
4. Konsumen masihkah jadi raja?
Nah ini dia… konsumen bisa saja menjadi pihak yang dirugikan, juga bisa saja diuntungkan. Banyaknya kompetisi dan jumlah penjual menjadikan konsumen menjadi raja karena bisa lebih leluasa memilih. Namun di sisi lain dirugikan karena kualitas produk dan layanan banyak berkurang dg alasan efisiensi dari si penjual (SPM, Minimarket, Supplier, dll).
Bahkan di dunia bisnis khususnya online saat ini malah ada sistem konsumen ambil sendiri, konsumen bayar di depan, dan harap2 cemas apakah barang / produk yang dibeli sesuai dg apa yg diinginkan :)
Konsumen malah seringkali tidak bisa mengontrol dari kondisi belanjanya karena sudah ada “aturan” dari si penjual.
>> Yang jualan atau pernah beli online pasti udah ngerasain ini dah hehehe….
So, dengan melihat kondisi spt di atas, maka kesimpulannya adalah tentunya semua pihak saling berkaitan dan tentu saja akan ada pihak yang sangat diuntungkan dan ada yg dirugikan :)
Tapi tentu saja kita sama2 ingin tidak ada yang dirugikan kan ? Makanya itu kita dalam banyak hal perlu bersikap toleran dan memahami lebih pola bisnis kita dalam melayani konsumen.
Toh, bagaimanapun juga Supermarket, Supplier, End User semuanya adalah KONSUMEN lho hehehe..
Si SPM adalah konsumennya si Supplier
Si Supplier adalah konsumennya Produsen
Si End User adalah konsumennya tingkat akhir dari Jaringan Retail Penjual tersebut.
….masih panjang jaringannya nanti hehehe….
Okelah, selamat beraktivitas!!!
Artikel ini diambil langsung seperti dituliskan oleh mas Yusuf “Sembah Bravo BrokeRpeneur” di facebooknya (https://www.facebook.com/shembah) sumber:kampungwirausaha.com
Sabtu, 14 Februari 2015
Agar Usaha Cepat Maju dan Laris Gunakan Strategi Bisnis Ini
Saat ini lapangan pekerjaan yang tercipta semakin menyempit, walaupun pemerintah sudah menyiapkan lapangan pekerjaan tapi tidak cukup dengan jumlah pengangguran yang ada. Tak heran banyak yang mencoba membuka usaha sendiri dengan cara berbisnis, namun hal cara bisnis saja tidak cukup jika kita tidak melakukan strategi bisnis.
Untuk itu saya akan memberikan strategi bisnis untuk membantu para pemula maupun para pelaku usaha dalam mempertahankan eksistensi bisnisnya :
1. Berpikir Kreatif dan inovatif
Untuk seorang entrepreneur berpikir dan inovatif adalah hal utama yang harus dimiliki, berani berpikir kreatif menciptakan sesuatu yang belum pernah ada, atau menjadi seorang yang inovatif yang membuat sesuatu yang baru dari yang sudah ada sebelumnya.
2 Menentukan Biaya Produksi
Sebagai seorang entrepreneur tentunya Anda harus bisa menentukan anggaran biaya pengeluaran dan menyiapkan strategi pemasaran dan menyiapkan strategi yang jitu untuk bisa mendapatkan keuntungan. Anda harus bisa mennekankan biaya produksi agar harga jual semakin terjangkau dan Anda pun harus bisa mendapatkan keuntungan.
3. Membuat Brand Anda Sendiri
Biasanya dalam di bidang bisnis hal yang utama adalah brand suatu produk, oleh karena itu kita tidak bisa pungkiri bahwa kekuatan sebuah brand harus sangat kuat, buatlah brand Anda sendiri dan mudah diingiat oleh si pelanggan.
4. Lakukanlah promosi
Jika Brand sudah tercipta saatnya Anda untuk melakukan promosi, tidak usah dari promosi yang besar besaran, memang itu akan berpengaruh tetapi akan memakan banyak biaya, mungkin bagi Anda yang memiliki budget besar tidak apa apa. Lakukanlah dari hal yang kecil dahulu dari ke teman teman Anda, keluarga, orang orang disekitar Anda.
Jangan lupa untuk manfaatkanlah teknologi yang sudah canggih saat ini, Anda bisa broadcast lewat BB, atau Anda membuat blog sediri untuk melakukan promosi.
5. Resiko
Dalam Hal berbisnis yang namanya resiko pasti sudah ada, biasanya terjadi hambatan, tantangan, kendala dll yang bisa memperlamabat usaha Anda. Untuk menghindarinya pastikan Anda sudah mempersiapkan dengan matang agar semua resiko yang tercipta bisa diminimalisir sekecil mungkin.
Nah, itulah sedikit informasi yang sedikit saya informasikan kepada Anda, semoga strategi bisnis diatas dapat bermanfaat untuk Anda.
Sumber: http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/04/05/strategi-bisnis-agar-usaha-anda-maju/
Ada 5 yang Membuat Kita Maju
February 9, 2015 Leave a comment
1.Kegagalan
Siapa yang tidak pernah mengalami kegagalan? Tentunya setiap orang di hidup ini pernah gagal. Kegagalan Memberikan motivasi se seorang untuk lebih maju.Kegagal dalam bisnis,maka orang itu akan memutar otak lebih dalam,sehingga dia akan mencari cara untuk bisnis sesuai keinginannya dan sukses. Contoh di atas kegagalan dapat membuat kualitas hidup kita lebih baik dan maju.
2.Kejadian yang tidak Mengenakkan
Contoh kejadian yang tidak mengenakkan,bahkan sangat menyakitkan ketika mengetahui orang disekeliling kita yang amat kita cintai telah meniggalkan kita dengan begitu cepat.Apa yang kita lakukan? Sedih pasti,Menangis…
Semua itu wajar,namun akan tidak wajar ketika sudah beberapa tahun,bahkan puluhan tahun kita masih saja bersedih mengingat kejadian tersebut. Karena orang yang semakin maju,dan berkualitas,mampu memberi arti lain yang lebih positif terhadap kejadian yang telah menimpanya dimasa lalunya.
Mampu memberi arti positif yang kebih baik,baik bagi diri sendiri,maupun bagi orang lain.
3.Pengalaman
Kata orang Pengalaman adalah guru yang terbaik karena pengalaman mengubah kita menjadi lebih baik,melainkan praktek lah yang mampu mengubah hidup kita. Karena teori tidaklah sebanding dengan praktek ,karena teori adalah omong kosong tanpa dipraktekan.Dengan melakukan praktek dan mendapatkan pengalaman,hidup kita akan lebih berkualitas dan lebih mengerti mana yang lebih baik untuk kita.
4.Spiritualis
Ini tidak boleh di tinggalkan agama dan kepercayaan,karena tanpa agama kita tidak punya pegangan dan tempat mengadu. Semua agama akan mengajarkan dan menyuruh setiap umatnya untuk berbuat baik dan melarang Berbuat jahat.Tidak perlu dipungkiri lagi,dengan memahami dengan benar agama kita dan melakukan apa yang agama dan kepercayaan ajarkan,kualitas hidup kita akan menjadi lebih baik lagi.
5.Orang-orang di sekitar kita
Ini pendungkung kita supaya lebih maju. Keluarga,teman-teman,sahabat,guru serta orang lainnya, jika mereka memberi masukan yang baik dan peduli terhadap kita akan membuat hidup jadi lebih baik lagi.Tapi namanya kita hidup bersosial kita tidak boleh semua masukan, perkataan yang mereka terima, namun kita juga harus selektif terhadap masukan mereka, Karena itu akan mengasah kemampuan kita dalam mencerna dan membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang tidak bermanfaat.Dan satu hal yang paling penting,orang-orang disekitar kita sangat menentukan kemana kita akan pergi dan mau jadi apa kita kedepannya seperti kata pepatah “Bergaul degan tukang minyak wangi akan kebawa wangi bergaul dgn pandai besi akan kebawa bau bakaran”
Mudah -mudahan bermanfaat….
Langganan:
Komentar (Atom)






















