Kamis, 26 Februari 2015
PP Ekspansi Proyek Superblok Rp 6 T
Jakarta – PT PP Properti, anak usaha PT PP Tbk (PTPP), akan menggarap proyek baru superblok di Surabaya, Jawa Timur. Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 6 triliun.
Proyek baru itu terletak di Jalan Dharma Husada, Surabaya bagian timur. Proyek itu berada di lahan seluas 4,2 hektare (ha). Sebelumnya, perseroan mengembangkan proyek superblok Grand Sungkono Lagoon di Surabaya bagian barat.
“Proyek baru di Surabaya terdiri atas apartemen, mal, dan superblok. Nilainya besar sekitar Rp 6 triliun. Proyek itu mulai diluncurkan tahun ini,” kata Direktur Utama PP Properti Galih Prahananto, usai mini expose rencana IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (25/2).
Galih mengatakan, salah satu sumber pendanaan proyek tersebut berasal dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PP Properti.
Selain proyek superblok itu, perseroan juga bakal menggarap proyek baru apartemen dan pusat kuliner di Serpong, Banten. Apartemen tersebut akan terdiri dari dua tower. Nilai investasinya ditaksir sekitar Rp 1 triliun.
Sementara itu, lanjut dia, sebagian dari dana emisi IPO juga akan digunakan untuk mendanai proyek yang sedang berjalan. Salah satunya adalah Grand Komala Lagoon di Bekasi. Konstruksi kawasan multiguna senilai Rp 11 triliun di lahan seluas 25 ha itu telah dimulai sejak Agustus tahun lalu.
“Kami juga akan menambah landbank tahun ini di kawasan yang pertumbuhan propertinya di Jawa,” jelas Galih. Saat ini, perseroan memiliki total landbank sekitar 55 ha.
Galih belum mau menjelaskan lebih rinci terkait IPO, seperti kisaran harga pelaksanaan IPO. Namun, menurut dia, nilai emisinya tidak jauh dari yang pernah dijelaskan manajemen PP selaku induk usaha perseroan.
Sebelumnya, manajeman PP mengungkapkan, PP Properti berencana melepas 30-35 persen saham kepada publik dengan target perolehan dana sekitar Rp 1,5-1,7 triliun. PP Properti menargetkan bakal mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mei 2015, mundur dari rencana semula yaitu kuartal I-2015. PP Properti akan menggunakan laporan keuangan periode 31 Desember 2014.
Saat ini, perseroan telah menunjuk lima penjamin emisi antara lain PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan CLSA Indonesia, dan CIMB Securities.
Sementara itu, Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto mengatakan, perseroan berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 550 miliar dan laba bersih Rp 106 miliar selama 2014. Perseroan mengharapkan kenaikan pendapatan yang signifikan setelah menggelar IPO. “Kami targetkan pendapatan bisa naik tiga kali lipat dibanding tahun lalu,” jelas dia.
Tahun lalu, total aset PP Properti sebesar Rp 2,7 triliun dan ekuitas perseroan mencapai Rp 1 triliun. Menurut Indaryanto, perseroan memproyeksikan aset tersebut bertambah sebesar Rp 1,5 triliun menjadi Rp 4,2 triliun setelah IPO.
Dia menambahkan, setelah menggelar mini expose, pihaknya segera menggelar roadshow ke sejumlah negara, seperti Singapura dan Hong Kong. Meskipun begitu, pihaknya tidak berniat menggelar global offering. Penawaran tetap dilakukan di dalam negeri. hanya saja pihaknya mengandalkan CIMB Securities dan CLSA dalam menjaring investor asing.
Sebagai informasi, saat ini PP Properti tengah mengerjakan pembangunan proyek Grand Kamala Lagoon di Kalimalang, proyek Grand Sungkono Lagoon di Surabaya, dan apartemen Ayoma di Serpong, landed house Payon Amartha di Semarang.
Baru-baru ini, PP tengah mengajukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 4,4 triliun kepada Kementerian Badan Usaha Milk Negara (BUMN). Jika dikabulkan, perseroan bisa menggelar penawaran umum terbatas saham (rights issue) hingga senilai Rp 8,6 triliun.
Menurut Sekretaris Perusahaan PP Taufik Hidayat, pihaknya membutuhkan dana investasi cukup besar untuk pembangunan pembangkit listrik, dermaga, dan jalan tol. Karena itu, dirinya berharap pelaksanaan rights issue dapat dilakukan secepat mungkin.
“Kami menargetkan pelaksanaan rights issue pada tahun depan. Sebanyak 51 persen saham PP dikendalikan oleh negara. Jadi, porsi inilah yang akan dieksekusi pemerintah,” kata Taufik kepada Investor Daily belum lama ini.
Lebih lanjut, PP juga telah menggalang dana lewat penerbitan obligasi. Pekan lalu, perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2015 senilai Rp 300 miliar. Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan dengan total emisi Rp 1 triliun.
“PUB I tahap II ini memiliki bunga tetap sebesar 10,2 persen per tahun dengan jangka waktu lima tahun,” jelas manajemen dalam prospektus, belum lama ini
PP akan menggunakan seluruh penerimaan hasil PUB I tahap II tahun 2015 ini sebagai modal kerja, seperti proyek pembangunan gedung, pelabuhan, jalan, dan jembatan beserta infrastruktur lainnya.
PUB I tahap II ini akan efektif pada 11 Maret 2013 dengan masa penawaran umum pada 17 dan 18 Februari 2015. Sementara tanggal penjatahan akan dilakukan pada 20 Februari 2015. Sebelumnya perseroan telah menerbitkan PUB I tahap I pada 2013 dengan nilai Rp 700 miliar.
Penulis: Farid Nurfaizi/FMB
Sumber:Investor Daily
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar