Jumat, 27 Februari 2015
Pesawat N-219
N-219 adalah pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang oleh Dirgantara Indonesia dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo. Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo.
Sebelum memasuki serial production, PT DI terlebih dahulu akan membuat dua unit purwarupa untuk Uji terbang serta satu unit purwarupa untuk tes statis pada tahun 2012. Program pembuatan purwarupa sendiri direncanakan memakan waktu selama dua tahun dengan pengalokasian dana yang dibutuhkan sebesar Rp300 miliar.[2]
N-219 akan melakukan uji terbang di laboratorium uji terowongan angin pada bulan Maret 2010. Pesawat N219 baru akan bisa diserahkan kepada pemesan pertamanya untuk diterbangkan sekitar 2014-2015. N-219 ini merupakan pengembangan dari NC-212 yang sudah diproduksi oleh PT DI dibawah lisensi CASA.
Fitur Utama
Fungsi: angkut penumpang dan kargo (Multi fungsi, dapat dikonfigurasi ulang)
Kapasitas: 19 Penumpang (konfigurasi tiga sejajar)
Kinerja lepas landas dan mendarat: jarak pendek/STOL (600 m)[3]
Biaya operasional: rendah
Mesin: 2 x 850 shp[4]
Kinerja
Kecepatan jelajah maksimum: 395 km / jam (213 KTS)
Kecepatan jelajah ekonomis: 352 km / jam (190 KTS)
Rata rata feri Maksimum: 1580 Nm
jarak lepas landas (halangan 35 kaki): 465 m, ISA, SL
jarak mendarat (halangan 50 kaki): 510 m, ISA, SL
Kecepatan jatuh (stall): 73 KTS
Berat lepas landas maksimum (MTOW): 7270 kg (16,000 lbs)
Muatan Maksimum: 2500 kg (5511 lb)
Tingkat panjat 2300 kaki / menit (semua mesin operasi)
Jarak: 600 Nm
Operator
Merpati Nusantara Airlines = 20 unit dalam pemesanan[5]
Lion Air Group = 100 unit dalam pemesanan[6]
Pesawat setara
Twin Otter
CASA C 212
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar